Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

9 Kesalahan Investor Pemula dalam Berinvestasi

9 Kesalahan Investor Pemula dalam Berinvestasi
9 Kesalahan Investor Pemula dalam Berinvestasi
Sumber : Pixabay

Investasi sekarang menjadi sebuah aktivitas yang mudah dilakukan serta bukan lagi menjadi hal baru dan asing. Kesadaran akan berinvestasi dengan tujuan menyiapkan kondisi ekonomi masa depan menjadikan aktivitas investasi banyak dilakukan oleh berbagai generasi termasuk milenial yang tergolong kedalam investor pemula.

Sayangnya dalam beberapa kondisi banyak investor pemula melakukan satu atau beberapa kesalahan yang menghambat atau menggagalkan aktivitas investasi yang dilakukan. Berikut merupakan 9 kesalahan yang sering dilakukan oleh investor pemula.

Baca Juga : Macquarie : Saham GOTO Outperform

1. Menunggu Tujuan

Delapan dari sepuluh investor pemula gagal melakukan investasi secara disiplin karena belum memiliki tujuan investasi yang jelas, sehingga investasi yang dilakukan hanya alakadarnya dan dilakukan jika ingat saja serta terkesan tanpa target yang jelas dan kongkret.

Tidak ada salahnya jika memang belum memiliki tujuan investasi yang jelas (pernikahan, dana pendidikan, financial freedom) akan tetapi investor pemula tetap harus disiplin berinvestasi serta berkomitmen untuk disiplin.

2. Menunda Kewajiban

Salah satu kesalahan investor pemula adalah menunda kewajiban pelunasan hutang, investor pemula lebih sering memilih membayar secara mencicil dengan dibebankan bunga. Hal ini jelas tidak baik, jika anda memanfaatkan kartu kredit atau pinjaman online maka segera bayar kewajiban anda secara penuh.

Baca Juga : Review Ajaib Sekuritas, Keunggulan dan Kekurangan

3. Tidak Mempersiapkan Dana Darurat

Kesalahan berikutnya yang banyak dilakukan investor pemula adalah tidak mempersiapkan dana darurat. Investor pemula hanya berfokus mengalokasikan dananya untuk investasi tanpa membagi-bagi persiapan dana.

Dana darurat merupkan dana yang disiapkan untuk kebutuhan darurat yang terjadi diluar dugaan. Dana darurat biasanya digunakan untuk sesuatu yang mendesak seperti halnya kecelakaan, bencana alam, kerusakan asset seperti mobil atau rumah.

Baca Juga : Ajaib V IPOT, Mana Yang Lebih Baik?

4. Tidak Memiliki Budget

Tidak jarang investor pemula tidak memiliki budget sesuai dengan yang direncanakan, atau dengan kata lain pengeluaran yang dikeluarkan telah melewati jumlah yang diharapkan, sehingga tidak dapat lagi mengalokasikan dana untuk investasi sehingga tujuan investasi tidak dapat tercapai.

5. Spend First

Mayoritas investor pemula menggunakan penghasilan untuk keinginan terlebih dahulu, lantas sisanya digunakan untuk investasi, hal ini jelas tidak ideal dan justru akan menghambat aktivitas investasi.

Hendaknya ketika mendapatkan penghasilan hal pertama yang dilakukan adalah dengan melakukan pelunasan kewajiban terlebih dahulu, lantas menyisihkan dana untuk investasi atau yang biasa disebut dengan pay yourself first, lalu sisanya digunakan untuk memenuhi keinginan. Hal ini dilakukan agar investasi berjalan lancar dan sesuai rencana.

Baca Juga : Lindungi Data Pribadi dari Kebocoran dan Penyalahgunaan Oleh Pinjol Ilegal, Gunakan 6 Cara Berikut

6. Tidak Memiliki Asuransi

Beberapa kalangan menganggap asuransi sebagai sebuah pengeluaran tambahan atau pemborosan, nyatanya asuransi merupakan sesuatu yang diperlukan. Sebagai contoh asuransi kesehatan akan menolong anda saat anda jatuh sakit, yang berarti anda tidak perlu mengeluarkan biaya dari dana darurat.

7. Terjebak FOMO

FOMO atau Fear of Missing Out merupakan sebuah rasa kekhawatiran yang muncul jika tidak merasakan trend yang terjadi. Beberapa kalangan lebih mementingkan FOMO sehingga kita harus memgeluarkan dana yang lebih besar dari biasanya yang seharusnya dana tersebut dapat digunakan untuk investasi. Ada baiknya anda memasukkan biaya FOMO kedalam budget hiburan atau keinginan sehingga investasi tidak terganggu.

Baca Juga :  6 Risiko Investasi Crypto Yang Mungkin Akan Diterima

8. Milenial Lifestyle

Merupakan sebuah perubahan gaya hidup menjadi lebih mewah dengan pertimbangan telah bekerja dan adanya keinginan untuk menikmati pendapatan yang diperoleh serta sebagai sebuah bentuk apresiasi dan wujud pencapaian diri, sama seperti FOMO masukan biaya milenial lifestyle kedalam biaya hiburan atau keinginan, sehingga tidak menggangu disiplin investasi.

Baca Juga : Berniat Investasi Crypto Untuk Jangka Panjang, Simak Beberapa Hal Berikut

9. Medsospedia

Dalam beberapa waktu belakangan ini marak investasi yang mengandalkan media sosial dengan penawaran imbal hasil yang relatife tinggi, sayangnya beberapa investasi dengan penawaran imbal hasil yang tinggi berpotensi memiliki resiko yang tinggi pula. Ada baiknya sebelum berinvestasi investor memastikan kembali jenis investasi, produk, serta cara kerja dan resikonya, yang tidak kalah penting investor hendaknya mencari tahu legalitas perusahaan investasi beserta produknya apakah telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Posting Komentar untuk "9 Kesalahan Investor Pemula dalam Berinvestasi"