Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Reksadana, Definisi, Jenis, dan Keunggulannya

Reksadana, Definisi, Jenis, dan Keunggulannya

Berbicara mengenai instrumen investasi tentunya tidak dapat dilepaskan dari reksadana, reksadana ibarat dari kumpulan potongan-potongan bagian investasi seperti layaknya pizza dengan berbagai toping yang menggoda, potongan-potongan bagian dapat diibaratkan seperti obligasi, dan saham yang menjadi satu bagian pizza bernama reksadana. 

Pada artikel sebelumnya yang berjudul "Investasi: Definisi, Jenis, Tujuan, Dan Manfaat, Serta Berbagai Risikonya" kami telah menyinggung sedikit mengenai instrumen investasi reksadana. 

Definisi Reksadana 

Reksadana dapat didefinisikan sebagai sebuah tempat berkumpulnya dana investasi dari investor yang akan dikelola oleh manajer investasi. Kumpulan dana investor tersebut akan di bagi kebeberapa jenis portofolio investasi atau produk keuangan lainnya. 

Layaknya instrumen investasi lainnya, dalam memilih reksadana sebagai instrumen investasi hendaknya dipertimbangkan terlebih dahulu tujuan investasi, agar strategi investasi dalam reksadana dapat direncanakan dengan baik sehingga dapat diperoleh hasil investasi reksadana yang optimal. 

Penentuan tujuan investasi dalam instrumen investasi reksadana erat kaitannya dengan pemilihan manajer investasi untuk pengelolaan dana reksadana. 

Jenis-Jenis Reksadana

Instrumen investasi reksadana memiliki beberapa jenis, diantaranya sebagai berikut. 

1. Reksadana Saham

Sebagian besar dana dalam portofolio reksadana saham atau sekitar 80% akan dikelola ke dalam saham, dengan tujuan mendapatkan hasil dari pertumbungan nilai saham, reksadana saham ideal dilakukan dalam jangka panjang atau berkisar 5 tahun atau lebih. Reksadana yang sebagian besar atau sekitar 80% dari portofolionya dikelola ke dalam saham dengan tujuan untuk pertumbuhan harga saham dalam jangka panjang sekitar 5 tahun atau lebih. 

2. Reksadana Pasar Uang

Sebagian besar dana dalam portofolio reksadana pasar uang akan dialokasikan untuk deposit, sertifikat bank, dan obligasi. Jika berpatokan pada jangka waktu jatuh tempo, maka instrumen investasi reksadana pasar uang cocok untuk jangka waktu satu tahun atau kurang, sayangnya reksadana pasar uang menawarkan keuntungan yang relatife kecil.

3. Reksadana Pendapatan Tetap

Sebagian besar dana dalam reksadana pendapatan tetap atau minimal 80% dana akan didstribusikan dalam instrumen obligasi, reksadana pendapatan tetap memberikan potensi keuntungan yang relatife lebih baik, sayangnya reksadana pendapatan tetap memiliki resiko yang tinggi.

Baca juga: Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Cryptocurrency

4. Reksadana Alokasi Aset

Jenis reksadana alokasi aset akan mengalokasikan dana investasi kedalam dua instrumen investasi, yakni saham dan obligasi, reksadana alokasi aset memiliki potensi resiko yang dapat dijaga serta potensi keuntungan yang menarik dan optimal.

5. Reksadana Komoditas

Reksadana komoditas merupakan jenis reksadana yang mengalokasikan dana kedalam perusahaan komoditas, seperti perusahaan yang bergerak dibidang energi, pertambangan, perminyakan, atau perkebunan.

6. Reksadana Alternatif

Reksadana alternatif, merupakan jenis reksadana yang menginvestasikan dana kedalam aset keuangan diluar saham, obligasi maupun bentuk konvensional lainnya.

7. Reksadana Campuran

Reksadana campuran melakukan diversifikasi dana investasi ke berbagai instrumen investasi, sehingga portofolio reksadana campuran dapat berisi banyak instrumen investasi, sebagai contoh diversifikasi reksadana campuran dapat terdiri dari 60% saham dan 40% obligasi.

8. Reksadana Target Waktu

Reksadana target waktu merupakan jenis reksadana yang memiliki jangka waktu investasi tertentu, reksadana target waktu memiliki fleksibilitas dalam instrumen investasinya.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Asuransi, dan Pentingnya dalam Kehidupan?

Keunggulan Reksadana

Instrumen investasi reksadana memiliki beberapa keunggulan ketimbang instrumen investasi lainnya, diantaranya.

1. Diversifikasi Portofolio Instan

Tidak diperlukannya modal besar dalam investasi di instrumen reksadana, serta diversifikasi portofolio yang instan merupakan keunggulan dari instrumen investasi reksadana. Investor akan memiliki skala resiko yang sesuai ketika berinvestasi di instrumen reksadana.

2. Investasi Minimal.

Salah satu keunggulan reksadana adalah nilai batas bawah investasi yang rendah dan mudah dijangkau, nyaris tidak diperlukan modal besar dalam memilih instrumen investasi reksadana.

3. Dikelola Manajer Investasi.

Pembagian portofolio dalam reksadana melibatkan manajer investasi yang profesional dibidangnya.

Dalam pengelolaan reksadana dapat dibagi menjadi dua kategori bergantung dari strategi pengeloaan yang akan diterapkan yakni.

Baca juga: Definisi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan Hal Yang Patut Diketahui

1. Reksadana Pasif

Reksadana pasif merupakan strategi pengelolaan reksadana yang umumnya akan memberikan keuntungan yang setara dengan pasar kepada investornya secara periodik.

Strategi ini digunakan oleh para investor yang meyakini bahwa dalam jangka waktu yang panjang reksadana sulit mengalahkan return pasar seperti saham dan obligasi. 

2. Reksadana Aktif

Reksadana aktif merupakan pengelolaan dana investasi secara aktif dengan memilih investasi mana yang akan ditransaksian dengan tujuan mendapatkan keuntungan diatas indek pasar.

Posting Komentar untuk "Reksadana, Definisi, Jenis, dan Keunggulannya"