Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Reksadana Syariah Mari Kenal Lebih Jauh

Reksadana Syariah Mari Kenal Lebih Jauh
Gambar 1. Ilustrasi
Sumber : Pixabay

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas muslim ditambah dengan maraknya edukasi dan literasi tentang investasi syariah membuat instrumen investasi seperti reksadana syariah diminati oleh banyak investor.

Reksadana syariah jelas memiliki prospek bagus dan sesuai dengan syariah islam, instrumen investasi ini sangat potensial khususnya bagi millenial muslim tanah air yang menginginkan instrumen investasi sesuai syariat agama islam.

Baca Juga : Investasi: Definisi, Jenis, Tujuan, Dan Manfaat, Serta Berbagai Risikonya

Definisi Reksadana Syariah

Merujuk pada penamaannya, reksadana syariah merupakan instrumen investasi yang dalam mekanisme proses pengembangannya sesuai dengan ketentuan dan prinsip-prinsip serta ajaran agama Islam yang mengharamkan adanya praktek riba di dalamnya.

Segala aspek baik dari penghimpunan modal, pengelolahan modal, serta instrumen pengembangan dana dipastikan menghindari praktek yang diharamkan oleh agama Islam dan tidak ada kegiatan non halal. Hal inilah yang membedakan dari reksadana konvensional.

Baca Juga : Reksadana, Definisi, Jenis, dan Keunggulannya

Jenis-Jenis Reksadana Syariah

Setidaknya terdapat 4 jenis reksadana syariah yang dapat dijadikan pertimbangan untuk digunakan sebagai instrumen investasi, keempat jenis reksadana syariah diantaranya.

1. Reksadana Syariah Pasar Uang

Reksadana syariah pasar uang merupakan salah satu jenis reksadana syariah yang rendah resiko, reksadana syariah pasar uang menempatkan semua dana investasi pada instrumen pasar uang, dengan penerapan prinsip syariah.

Baca Juga : Mengenal Kerugian Reksadana Sebagai Instrumen Investasi

Jenis reksadana pasar uang tepat digunakan untuk investasi jangka pendek atau kurang dari 12 bulan. Kendati menawarkan resiko yang rendah, reksadana syariah memiliki kekurangan yakni nilai imbal hasil yang ditawarkan termasuk kecil.

2. Reksadana Syariah Pasar Saham

Berbeda dengan reksadana syariah pasar uang, pada reksadana syariah pasar saham imbal hasil yang ditawarkan tergolong tinggi, yakni berkisar antara 10%-20% per tahun. Hal ini dikarenakan dalam reksadana syariah pasar saham 80% dana investasi investor akan dialokasikan pada instrumen saham, dan sisanya atau sekitar 20% akan diinvestasikan kedalam pasar uang syariah.

Baca Juga : Kurangi Resiko Bermain Saham, Gunakan Cara Aman Berikut 

Tawaran imbal hasil yang tinggi linear dengan potensi resiko yang dimiliki jenis investasi reksadana pasar saham ini. Hal ini mengingat peletakan dana mayoritas kedalam saham akan berpotensi memberikan kerugian jika salah memilih jenis saham.

3. Reksadana Syariah Pendapatan Tetap

Jika anda bukan tipe investor yang memiliki nyali tinggi maka jenis reksadana syariah pendapatan tetap terbilang cocok untuk anda, dimana reksadana pendapatan tetap meletakkan dana investor kedalam sukuk negara atau obligasi.

Baca Juga : Obligasi: Definisi, Jenis, Cara Kerja, dan Segala Potensi Resikonya.

Hal ini memberikan anda kepastian nilai imbal hasil dan potensi resiko yang minim. Jenis reksadana ini cocok digunakan untuk investasi dalam jangka pendek hingga menengah.

4. Reksadana Syariah Campuran

Reksadana syariah campuran merupakan jenis reksadana syariah gabungan antara reksadana pasar saham dengan reksadana syariah pendapatan tetap.

Reksadana syariah campuran menawarkan nilai imbal hasil yang tinggi dengan resiko yang lebih rendah ketimbang reksadana syariah saham. Reksadana syariah campuran cocok digunakan untuk pilihan jenis investasi jangka menengah.

Baca Juga : Investasi Mata Uang Asing, Fungsi dan Keuntungannya

Prinsip Reksadana Syariah

Dalam bisnis proses pengembangan dana investasi reksadana syariah menganut prinsip Mudharabah atau kerja sama, yang dalam praktek penerapan prinsipnya dilakukan dan diawasi oleh dewan pengawas agar kegiatan yang dilakukan tidak meyimpang dari kaidah syariah agama islam. Penerapan prinsip mudharabah memikili ciri-ciri:

1. Investor atau pemilik modal turut menanggung kerugian yang dialami oleh manajer investasi, sementara manajer investasi tidak diwajibkan menanggung kerugian yang diakibatkan oleh kelalaian yang bersifat disengaja.

Baca Juga : Pentingnya Investasi Pendidikan Demi Masa Depan Anak

2. Imbal hasil dari investasi dilandaskan kepada perjanjian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak diawal tahapan investasi.

Perbedaan Reksadana Syariah dengan Reksadana Konvensional

Reksadana syariah dan reksadana konvensional tidak memiliki perbedaan yang signifikan dari segi imbal hasil yang dijanjikan. Akan tetapi bagi sebagian kalangan yang peduli terhadap penerapan prinsip-prisnip syariah dan mengindari riba maka instrumen reksadana syariah bisa dipertimbangkan.

Mengingat dalam reksadana syariah terdapat proses cleansing atau proses pembersihan harta yang diperoleh. Proses pembersihan harta sesuai dilakukan sesuai dengan ajaran agama islam.

Baca Juga : Investasi vs Asuransi, Berikut Perbedaannya.

Risiko Reksadana Syariah

Kendati beberapa ahli menyebut instrumen reksadana syariah cenderung aman akan tetapi potensi resiko tetap ada.

Potensi risiko dalam reksadana syariah tidak berbeda jauh dengan reksadana konvensional. Berikut beberapa potensi risiko yang terdapat dalam reksadana syariah.

1. Penurunan Nilai

Penurunan nilai unit penyertaa atau NAB yang disebabkan oleh penurunan harga asset yabg dimiliki. Nilai NAB cukup sangat fluktuatif mengikuti trend pasar.

Baca Juga : Berminat Investasi Saham Untuk Jangka Panjang? Catat Beberapa Hal Berikut.

2. Risiko Sosial, Ekonomi dan Keamanan

Dalam pengalokasian dana investasi kedalam beberapa instrumen investasi, imbal hasil yang akan didapat sangat dipengaruhi oleh issue yang akan beredar dimasyarakat.

Kebijakan yang akan mempengaruhi kondisi geo politik, ekonomi dan keamanan juga berpotensi akan memberikan risiko kedalam investasi.

Baca Juga : Berniat Investasi Crypto Untuk Jangka Panjang, Simak Beberapa Hal Berikut

3. Likuiditas Pembayaran

Likuiditas pembayaran berarti kemampuan sebuah perusahaan dalam hal ini manajer investasi untuk membayarkan kewajibannya ketika jatuh tempo. Kewajiban disini merupakan pokok dana investasi beserta nilai imbal hasilnya.

Risiko likuiditas pembayaran terjadi ketika manajer investasi tidak dapat membayarkan nominal investasi beserta imbal hasil kepada kita selaku investor secara tepat waktu dengan nilai sesuai.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Asuransi, dan Pentingnya dalam Kehidupan?

4. Wanprestasi

Berbeda dengan likuiditas pembayaran, dimana manajer investasi masih dapat membayarkan nilai investasi beserta imbal hasil kendati tidak tepat waktu atau jumlah, wanprestasi merupakan gagal bayar atau resiko kredit. Wanprestasi merupakan ketidakmampuan manajer investasi membayarkan modal dan imbal hasil yang didapat investor.

Baca Juga : Mengenal Bank Syariah Lebih Dekat

Reksadana syariah tidak hanya dapat dimiliki oleh masyarakat muslim, masyarakat non muslim dpt berinvestasi kedalam instrumen investasi ini. Pilihlah manajer investasi terpercaya untuk mengurangi potensi resiko yang mungkin akan didapat.

Posting Komentar untuk "Reksadana Syariah Mari Kenal Lebih Jauh"