Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

 6 Risiko Investasi Crypto Yang Mungkin Akan Diterima

6 Risiko Investasi Crypto Yang Mungkin Akan Diterima

Gambar 1. Ilustrasi BitCoin
Sumber : Pixabay

Cryptocurrency menjadi primadona instrumen investasi di 5 tahun belakangan. Cryptocurrency banyak diminati mengingat menawarkan profit keuntungan yang tinggi, selain itu crypto tidak terlalu berpengaruh terhadap aspek fundamentalnya.

Sayangnya sebagai sebuah instrumen investasi dengan potensi keuntungan yang tinggi, cryptocurrency memiliki potensi risiko yang tinggi pula. Lantas potensi risiko apa saja yang mungkin muncul pada instrumen crypto? Berikut ulasannya.

Baca Juga : Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Cryptocurrency

1. Risiko Keamanan Digital

Investasi pada cryptocurrency hampir segala aktivitasnya dilakukan secara daring, seperti kita ketahui aktivitas investasi pada cryptocurrency terbagi setidaknya kedalam 3 aktivitas dasar yaitu aktivitas mining, aktivitas pada crypto wallet, serta crypto exchange.

Baca Juga : Berniat Investasi Crypto Untuk Jangka Panjang, Simak Beberapa Hal Berikut

Pada aktivitas mining sangat mungkin anda akan mendapatkan keamanan dan tidak rentan terhadap cyber attack, akan tetapi pada ativitas crypto wallet dan crypto exchange masih memiliki celah keamanan digital yang mungkin dapat disalah gunakan.

Terdapat beberapa kasus peretasan pada aplikasi crypto exchange atau crypto wallet yang menyebabkan hilangnya sebagian atau seluruh dari asset investor. Salah satu kelemahan intrumen cryptocurrency adalah tidak adanya jaminan uang investasi kembali atas kerugian atau kehilangan yang disebabkan serangan digital.

Baca Juga : 6 Tips Trading Crypto Harian Agar Untung

2. Risiko Default

Secara pasar memang pengaruh fundamental terhadap cryptocurrecy tidak sebesar atau sesensitif saham, akan tetapi cryptocurrency tetap dipengaruhi aspek fundamental dan memikiki risiko default, yakni sebuah risiko yang mungkin akan diterima nasabah jika aspek fundamental yang dilampirkan pada whitepaper crypto merupakan sesuatu yang fiktif atau gagal tidak sesuai rencana yang seharunya.

Baca Juga : Berminat Investasi Saham Untuk Jangka Panjang? Catat Beberapa Hal Berikut.

Sehingga memberikan dampak delisting sebuah koin dan bangkrutnya investor. Seperti kita ketahui koin crypto diciptakan untuk menghimpun dana dengan tujuan menjalankan suatu program atau proyek yang biasanya masih berhubungan dengan teknologi digital.

3. Risiko Pasar

Risiko pasar merupakan sebuah risiko yang berpotensi besar diterima calon investor, risiko pasar merupakan sebuah jenis risiko yang diakibatkan dari kondisi tarik menarik antara permintaan dan penawaran sebuah aset, secara umum risiko ini dapat dilihat dari naik dan turunnya nilai asset saat investasi berlangsung.

Baca Juga : Ajaib V IPOT, Mana Yang Lebih Baik?

Pada asset crypto, penurunan dan kenaikan harga aset berpotensi lebih tajam ketimbang saham, mengingat crypto memikili kelemahan yakni tidak adanya mekanisme auto reject dan suspensi harga sebagaimana pada saham.

4. Risiko Likuiditas

Risiko ke empat yang dapat mengancam investor crypto adalah risiko likuiditas. Likuiditas merupakan gambaran seberapa cepat koin crypto ditransaksikan.

Beberapa koin crypto terkenal memiliki tingkat likuiditas yang bagus seperti BTC, dan ETH. Sebaliknya beberapa koin crypto bersifat kurang likuid, seperti exotic coin misalnya. Koin crypto dengan likuiditas yang cenderung bagus biasanya tidak mengalami kenaikan atau penurunan yang tajam.

Baca Juga : 12 Rekomendasi Aplikasi Saham Online Terbaik 

5. Risiko Ekonomi

Risiko ekonomi tetap berpotensi diterima oleh investor crypto, kendati secara umum pasar crypto tidak diatur oleh pemerintahan sebuah negara. Akan tetapi risiko ekonomi pada cryptocurrency berpotensi disebabkan oleh kondisi ekonomi global utamanya oleh negara maju seperti Amerika, Rusia atau Inggris.

6. Risiko Penipuan

Belakangan ini marak penipuan dengan berbagai modus diantaranya melakukan panggilan televon dan seolah-olah dari aplikasi trading crypto atau exchange crypto dengan tujuan menguasai akun investor, selain itu beberapa komplotan pelaku penipuan tidak jarang menghimpun dana dengan modus titip dana investasi, dan modus yang paling sering digunakan adalah ponzy scam yang belakangan marak.

Baca Juga : Apa Itu Saham Gorengan? Simak Penjelasannya

Untuk menghindari potensi risiko penipuan hendaknya calon investor atau investor memastikan kembali untuk hanya menggunakan layanan jual beli cryotocurrency yang telah terdaftar pada BAPPEBTI, serta pastikan tidak tergiur dengan iming-iming keuntugan yang tinggi atau flat selama periode waktu tertentu.

Posting Komentar untuk " 6 Risiko Investasi Crypto Yang Mungkin Akan Diterima"