Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menerawang Nasib Fintech (Pinjol) di 2023

Menerawang Nasib Fintech (Pinjol) di 2023
Menerawang Nasib Fintech (Pinjol) di 2023
Sumber Pixabay

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK melihat pertumbuhan penyaluran dana dari fintech peer-to-peer lending (P2P lending) akan mengalami perlambatan pada tahun 2023, hal ini diperkirakan terjadi seiring dengan gelapnya proyeksi ekonomi.

Baca Juga : Fintech: Definisi, dan Jenisnya

Tris Yulianta selaku Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK menuturkan pihaknya melihat adanya gap kebutuhan pendanaan untuk UMKM di Indonesia masih tinggi, padahal UMKM merupakan penopang ekonomi Indonesia saat ini, kendati demikian banyak pihak menilai tekanan ekonomi pasa 2023 akan sangat tinggi yang akan memberikan pengaruh perlambatan pada penyaluran dana P2P Lending.

Baca Juga : Review DANA, Keuntungan dan Kekurangan

"Kalau penurunan sih enggak, tapi peningkatannya tidak secepat tahun ini. Tapi saya masih yakin tumbuh karena ini juga komitmen dari para pelaku untuk memberikan layanan," kata Tris saat acara 4th Indonesia Fintech Summit 2022, Kamis (10/11).

Baca Juga : 8 Pinjol Cepat Cair, Limit Besar Tenor Lama

Dengan melihat prospek ekonomi di masa yang akan datang, ia meyakini lender fintech P2P lending akan lebih selektif dalam  menyalurkan modal, hal ini akan menjadi salah satu faktor yang membuat pertumbuhan penyaluran dana melamban.

Baca Juga : 5 Perbedaan Pinjol Legal dengan Ilegal, Waspada dan Jangan Sampai Jadi Korban

OJK atau Otoritas Jasa Keuangan, menurut Tris saat ini sedang memperjuangkan agar platform P2P lending lebih efisien, sehingga akan memberikan keringanan dan kemudahan bagi masyarakat kita.

Baca Juga : 5 Pinjol Pemerintah, Hanya Modal KTP, Cepat Cair, Limit Besar, Tenor Lama 

"Untuk masyarakat kita yang bermasalah, kreditnya bermasalah, bagaimana lender melakukan restrukturisasi dan lain-lain," kata Tris.

"Tapi kami tetap optimis fintech masih bisa survive bahkan bisa berkontribusi untuk menghadapi tekanan ekonomi di tahun 2023," tambahnya.

Baca Juga : 4 Solusi Tidak Bisa Bayar Pinjaman Online

Tris juga turut meminta fintech untuk tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga memberikan pendampingan bagi debitur.

"Bagaimana membantu ke depannya seperti itu sehingga bisa memperkuat atau menghadapi tantangan tahun 2023 yang tekanannya tinggi, ada yang bilang ekonominya gelap dan lain-lain," tegasnya

Posting Komentar untuk "Menerawang Nasib Fintech (Pinjol) di 2023"