Kinerja BBHI, ARTO, dan BBYB di Kuartal III/2022, Mana Paling Cuan?
![]() |
| Kinerja BBHI, ARTO, dan BBYB di Kuartal III/2022, Mana Paling Cuan? Sumber : Pixabay |
Tiga perbankan digital Indonesia yakni PT Bank Jago Indonesia (ARTO), PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) serta PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) tercatat telah melaporkan kinerja keuangan perusahaan pada kuartal III/2022, jika dilihat berdasarkan laporan keuangan tiap perusahaan PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) mencatat laba tertinggi dibanding dua perusahaan perbankan digital lainnya yakni PT Bank Jago Indonesia (ARTO) dan PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB).
Baca Juga : GOTO Bahas Penjualan Saham Rp 15,5 T, Dengan Alibaba dan Softbank
Berikut detail rincian kinerja keuangan ketiga perusahaan perbankan digital di kuartal ke III/2022.
1. PT Bank Jago Indonesia (ARTO)
Bank Jago atau yang biasa kita kenal dengan ARTO mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp. 40.57 miliar pada kuartal III/2022, capaian ini membuat perusahaan berhasil membalikkan posisi rugi yang dicatatkan perusahaan pada kuartal yang sama tahun lalu, yakni sebesar Rp. 32.6 miliar.
Baca Juga : Deutsche Bank Rekomendasikan Beli Saham GOTO
Melalui laporan keuangan perusahaan didapat informasi bahwa keuntungan atau laba perusahaan dikontribusikan oleh pendapatan bunga dan syariah yang tumbuh 210% secara tahun berjalan, atau dari Rp. 317.5 miliar menjadi Rp. 983.8 miliar.
Pendapatan dari bunga dan syariah didorong oleh penyaluran kredit serta pemberiaan pembiayaan syariah yang tumbuh sebesar 119% yoy menjadi Rp. 8.16 triliun pada kuartal III/2022.
Baca Juga : Mengenal IPOT, Kelebihan dan Kekurangan Indo Premier Sekuritas
Melalui konfrensi press tertulis, Kharim Siregar selaku Direktur Utama Bank Jago mengatakan bahwa laba perusahaan dibukukan dari hasil kombinasi antara struktur dana, pertumbuhan kredit, serta risiko edit yang dapat terjaga.
ARTO mencatat hingga akhir September 2022 dapat menghinpjn Rp. 7.2 triliun dana dari pihak ketiga atau DPK, nilai ini tumbuh sebesar 186% yoy, dengan rincian dana murah yang terdiri dari giro dan tabungan senilai Rp. 5.15 triliun, atau tumbuh 422% secara tahunan serta Deposito senilai Rp 2.14 triliun atau tunbuh 38% yoy.
Baca Juga : 5 Perbedaan Investasi dan Trading, Mana Yang Lebih Baik?
2. PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB)
Berbeda dengan Bank Jago yang mencatatkan keuntungan atau laba, PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) pada kuartal III/2022 justru mencatatkan kerugian, nilai kerugian BBYB bahkan membengkak menjadi Rp 601.2 miliar dari kuartal sebelumnya. Nilai rugi bersih yang dicatat BBYB ini naik jika dibandingkan dengan pencapaian pada kuartal yang sama tahun lalu, yakni senilai Rp. 264.7 miliar.
Baca Juga : Macquarie : Saham GOTO Outperform
Melalui laporan keuangan perusahaan besutan Akulaku ini diketahui, kerugian perusahaan disebabkan oleh meningkatnya beban operasional perusahaan senilai 125% menjadi Rp 595.95 miliar serta didorong dengan melonjaknya kerugian penurunan aset keuangan perusahaan dari Rp 29.91 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu, menjadi Rp 652.9 miliar pada kuartal ke III/2022.
Baca Juga : Ajaib vs Stockbit Lebih Unggul Mana?
Melalui laporan keuangan yang dirilis turut diketahui bahwa BBYB mampu membukukan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) senilai Rp. 1.1 triliun atau tumbuh 351% yoy. Hal ini ditopang dengan pendapatan bunga yang tumbuh 221% yoy menajdi Rp 1.58 triliun, hal ini tidak lepas dari kesusksesan BBYB dalam memaksimalkan penyaluran kredit sebesar Rp. 8.9 triliun per kuartal III/2022, nilai ini naik tercatat naik naik 131.7% yoy. Selain itu BBYB juga suksen menjaga rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) secara gross sebesar 1.8% dan net sebesar 1.6%.
Baca Juga : Ajaib V IPOT, Mana Yang Lebih Baik?
Tjandra Gunawan selaku Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) menjelaskan bahwa NeoBank berkomitmen memberikan layanan perbakann yang terbaik dengan menghadirkan berbagai fitur dan produk yang inovatif denga usia yang menjelang ke dua tahun pasca diluncurkanmya aplikasi NeoBank.
Baca Juga : 12 Rekomendasi Aplikasi Saham Online Terbaik
3. PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI)
Hingga kuartal III/2022 PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) mencatatkan keuntungan atau laba bersih senilai Rp 209.0 miliar, pencapaian ini naik 812% yoy. Melalui laporan keuangan perusahaan diketauhi penopang pertumbungan perusahaan disumbangkan oleh pendapatan bunga yang tumbuh 286% yoy atau menjadi sekitar Rp 493 miliar. Kenaikan ini mengkompesasi beban bunga yang terkerek 16% ke angka Rp. 86.1 miliar.
Baca Juga : Apa Itu Saham Gorengan? Simak Penjelasannya
Capaian ini memberikan dampak berupa pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) melonjak sebesar 659% yoy atau Rp. 406.08 miliar. Kendati demikian sebenarnya BBHI juga mengalami peningkatan beban operasional senilai 344% atau Rp 132.03 miliar dengan kontribusi terbesar dari ongkos promosi yang mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya Rp. 108 juta menjadi Rp. 90.13 miliar.
Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Saham dan Cara Kerjanya
Indra Utoyo selaku Presiden Direktur PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) menjelakan bahwa Allo Bank akan terus berupaya mengoptimalkan ekosistem bisnis yang berkesinambungan kedepannya bersama CT Corp selaku pemegang saham strategis.

Posting Komentar untuk "Kinerja BBHI, ARTO, dan BBYB di Kuartal III/2022, Mana Paling Cuan? "