Blibli (BELI) IPO, Bagaimana Prospeknya?
![]() |
| Blibli (BELI) IPO, Bagaimana Prospeknya? Sumber Instagram |
PT. Global Digital Niaga Tbk atau yang lebih dikenal dengan Blibli telah melakukan IPO atau initial public offering dengan kode saham BELI pada 17 Oktober 2022 sesuai dengan prospektus, IPO saham BELI ditawarkan sebanyak 17.77 miliar saham atau senilai 15% dari modal yang ditempatkan dan disetor perusahaan. Blibli menawarkan sahamnya dengan harga Rp. 410-460 per lembar, dengan demikian Blibli melalui IPO ini berpotensi mendapatkan dana segar senilai Rp. 8.17 Triliun, dana ini akan digunakan oleh manajemen Blibli untuk pembayaran saldo utang perbankan senilai Rp 5 Triliun dan sisanya akan digunakan untuk penambahan modal kerja.
Baca Juga : Saham Bank Jago (ARTO) Anjlok, Ada Apa?
Blibli (BELI) menjadi e-commerce ketiga yang melantai pada bursa saham, sebagaimana diketahui sebelumnya PT. Goto Gojek Tokopedia (GOTO) dan PT Bukalapak.com (BUKA) telah lebih dulu melantai pada bursa saham. GOTO kala itu memasang harga Rp 338 per saham, sementara BUKA memasang harga Rp. 850 per lembar saham, merujuk kepada dua e-commerce yang telah terlebih dahulu melantai, performa keduanya tidak begitu baik. GOTO misalnya telah tergerus 38.4% hingga perdagangan 17 Oktober, sementara BUKA telah turun 70.5% semenjak melantai perdana. Lantas bagaimana dengan prospek saham BELI?
Baca Juga : Macquarie : Saham GOTO Outperform
Pandhu Dewanto yang merupakan analis senior Investindo Nusantara Sekuritas menjelaskan penggunaan sebagian besar dana investor untuk melunasi hutang akan membuat investor tidak tertarik, investor akan lebih menyukai jika dana digunakan untuk ekspansi yang memberikan dampak signifikan terhadap masa depan perusahaan sehingga berpotensi memberikan pertumbungan yang kuat. Apalagi kalau dibandingkan dengan dua perusahaan sejenis yang lebih dahulu IPO, penawaran harga Blibli (BELI) dinilai kurang menarik bagi investor, pasca IPO BELI akan memiliki ekuitas senilai Rp. 16 Triliun, nilai ini jauh lebih rendah ketimbang GOTO maupun BUKA yang membukukan entitas sebesar Rp 143 Triliun dan 32 Triliun. Blibli dinilai kalah start dan sulit bersaing untuk menjadi market leader.
Baca Juga : 7 Cara Investasi Saham Jangka Pendek
Wawan Hendrayana yang merupakan Vice President Infovestama Utama menilai pembayaran hutang melalui IPO sukar disukai investor, Blibli harus meyakinkan investor bahwa perusahaan akan tumbuh kedepannya, ia juga menilai telah ada pembeli potensial yang siap menyerap saham BELI, akan tetapi Wawan menghimbau investor ritel untuk berhati-hati dan berpikir panjang sebelum mengambil bagian dalam IPO ini.

Posting Komentar untuk "Blibli (BELI) IPO, Bagaimana Prospeknya?"