Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

 7 Penyebab Saham Tidak Dapat Ditransaksikan

7 Penyebab Saham Tidak Dapat Ditransaksikan
 7 Penyebab Saham Tidak Dapat Ditransaksikan
Sumber : Pixabay

Agar mendapatkan keuntungan dalam berinvestasi maupun trading, investor saham harus dapat melakukan aktivitas jual beli saham, yakni membeli (entry) dan menjual (exit) pada waktu dan harga yang tepat. Akan tetapi tidak jarang anda akan mendapat rejected order sehingga saham yang anda miliki tidak dapat ditransaksikan segera. Apa saja penyebab saham tidak dapat ditransaksikan, simak ulasannya berikut.

Baca Juga : Kurangi Resiko Bermain Saham, Gunakan Cara Aman Berikut 

1. Tidak Sesuai Fraksi Harga

Fraksi harga saham merupakan sebuah level perubahan harga saham yang dapat dipesan atau ditawar oleh investor, terdapat 5 golongan fraksi harga saham di Indonesia tergantung dari harga masing-masing saham. Jika anda memasukkan order jual maupun beli yang tidak sesuai dengan fraksi harga saham yang berlaku, maka sistem otomatis akan menolak fraksi harga tersebut.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Saham dan Cara Kerjanya

2. Bid-Offer Saham Kosong

Data harga dan jumlah penawaran saham akan terekam melalui order book, mengingat pasar saham merupakan pasar yang transparan didunia maka seluruh permintaan dan penawaran akan terekam pada order book tersebut. Investor atau trader hanya dapat memperdagangkan saham apabila terdapat permintaan atau penawaran dalam order book tersebut. Jika order book tersebut kosong maka tidak akan ada trader yang dapat menjual sahamnya.

Baca Juga : Apa Itu Saham Gorengan? Simak Penjelasannya

Fenomena order book kosong dapat terjadi jika harga saham menyentuh batas terbawah di Bursa Efek Indonesia atau BEI yaitu sekitar 50 rupiah per lembar saham, pada level ini sangat mungkin tidak ada investor atau trader yang berminat sehingga akan sulit menjual saham tersebut. Saham pada kondisi ini familiar disebut saham tidur.

Baca Juga : 12 Rekomendasi Aplikasi Saham Online Terbaik 

3. Saham Terkena Auto Rejection

Auto Rejection merupakan sebuah mekanisme penolakan transaksi otomatis yang dilakukan oleh Jakarta Automated Trading System (JATS) dengan tujuan mencegah terjadinya kecurangan dalam transaksi saham atau biasa dikenal sebagai Unusual market activity/UMA.

Baca Juga : Ajaib V IPOT, Mana Yang Lebih Baik?

Aktifitas perdagangan sebuah saham biasaya akan terhenti selama 1 hari jika ditemukannya indikasi kecurangan melalui auto rejection tersebut, hal ini dilakukan dengan tujuan agar permintaan dan penawaran harga saham tersebut kembaki normal.

Baca Juga : Ajaib vs Stockbit Lebih Unggul Mana?

Terdapat dua jenis auto rejection, yakni auto rejection atas (ARA) serta auto rejection bawah (ARB). ARA dan ARB ditetapkan agar kenaikan dan penurunan harga saham tidak melebihi batas normal.

4. Saham Terkena Suspend

Kebijakan berikutnya yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia atau BEI untuk mencegah adanya unusual market activity (UMA) adalah dengan memberlakukan suspensi saham.

Baca Juga : Review Ajaib Sekuritas, Keunggulan dan Kekurangan

Suspensi saham merupakan sebuah kebijakan penghentian sementara perdagangan saham karena beberapa faktor, diantaranya saham menembus ARA dan ARB berkali-kali atau adanya pelanggaran kebijakan BEI, seperti perusahaan telat melaporkan kondisi keuangan dan lain sebagainya. Masa berlaku suspend saham tidak dapat ditentukan hingga permasalahan dinyatakan selesai serta BEI membuka kembali perdagangan saham  tersebut.

Baca Juga : Mengenal IPOT, Kelebihan dan Kekurangan Indo Premier Sekuritas

5. Salah Jam Transaksi

Waktu pelayanan BEI dalam perdagangan saham yakni 09.00-16.00, selain itu anda sapat melakukan pre open dan pre closing pada 15 menit sebelum dan 15 menit sesudah waktu transaksi saham ditutup.

Jika anda melakukan order jual maupun beli diluar jam kerja, maka otomatis order jual dan beli anda akan tertolak oleh sistem.

Baca Juga : 5 Saham Paling Banyak Diburu Investor Asing, Adakah Punya Anda?

6. Salah Harga Penutupan

Anda dapat membuka order jual 15 menit setelah pasar tutup, akan tetapi ini hanya bisa anda lakukan ketika anda membuka order jual dengan harga penutupan tertinggi. Anda tidak dapat melakukan order jual pada tahap ini jika anda memasukkan harga yang lebih tinggi dari harga penutupan atau harga yang lebih rendah. Pastikan anda memasukkan harga yang sesuai agar order anda tidak tertolak.

Baca Juga : GOTO Bahas Penjualan Saham Rp 15,5 T, Dengan Alibaba dan Softbank

7. Terdapat Masalah Teknis

Penyebab terakhir yang mungkin anda alami ketika gagal bertransaksi saham adalah adanya masalah teknis pada software aplikasi yang anda gunakan, seperti adanya bug sistem atau gangguan layanan provider internet anda.

Baca Juga : Deutsche Bank Rekomendasikan Beli Saham GOTO

Agar transaksi saham yang anda lakukan dapat berlangsung secara lancar maka pilihlah software aplikasi trading saham terpercaya serta jaringan internet terbaik, pahami fraksi harga saham yang berlaku serta hindari membeli saham gorengan karena berpotensi terkena ARA dan ARB serta suspen atau bahkan menjadi saham tidur. Selain itu anda dapat memastikan waktu transaksi yang benar-benar tepat.

Posting Komentar untuk " 7 Penyebab Saham Tidak Dapat Ditransaksikan"