Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional, Mana Yang Lebih Untung?

7 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional, Mana Yang Lebih Untung?
Gambar 1. Ilustrasi Asuransi
Sumber : Pixabay

Kesadaran akan memproteksi diri dari potensi risiko terburuk ditambah dengan jumlah penduduk beragama muslim yang menjadi mayoritas di Indonesia menghadirkan pilihan asuransi dengan mekanisme syariah dipasar asuransi Indonesia.

Perusahaan penyedia layanan asuransi secara masif menawarkan mekanisme asuransi syariah melalui berbagai media promosi.

Baca Juga : Investasi: Definisi, Jenis, Tujuan, Dan Manfaat, Serta Berbagai Risikonya

Hal mendasar yang menjadi perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional adalah prinsip mekanisme risiko yang akan ditanggung. Dalam asuransi konvensional digunakan prinsip transfer risiko atau jual beli risiko dari pembeli polis asuransi kepada perusahaan penyedia jasa asuransi melalui pembayaran premi asuransi setiap waktu tertentu selama periode dan jumlah yang disepakati.

Baca Juga : Pentingnya Investasi Pendidikan Demi Masa Depan Anak

Sementara dalam asuransi syariah menggunakan prinsip bagi resiko atau dikenal sebagai sharing risk dengan berlandaskan kepada syariat dan ketentuan agama Islam. Syariat dan ketentuan yang dimaksud berupa ta'awun atau prinsip tolong menolong dan takafuli atau asas saling melindungi.

Hal lain yang menjadi perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional adalah sebagai berikut.

Baca Juga : Kurangi Resiko Bermain Saham, Gunakan Cara Aman Berikut

1. Mekanisme Pertanggungan

Seperti dijelaskan dalam paragraf pembuka, mekanisme pertanggungan atas risiko dalam asuransi syariah bersifat risk sharing antara perusahaan asuransi dengan peserta asuransi dengan berlandaskan kepada syariat atau ketentuan agama Islam.

Sementara dalam asuransi konvensional, risiko akan ditanggung oleh perusahaan secara menyeluruh, atau biasa dikenal dengan transfer risiko atau jual beli risiko.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Asuransi, dan Pentingnya dalam Kehidupan?

2. Akad Asuransi

Dalam asuransi syariah berlaku akad takaful atau saling tolong menolong jika terdapat salah satu anggota yang mengalami musibah. Dana yang digunakan untuk membantu anggota yang mengalami musibah merupakan dana sosial atau tabarru'.

Sementara dalam asuransi konvensional akad yang digunakan merupakan akad jual beli dengan adanya kepastian berupa nominal yang harus dibayarkan, lamanya waktu pembayaran serta manfaat yang akan diterima.

Baca Juga : Investasi vs Asuransi, Berikut Perbedaannya.

3. Pengelolaan Dana

Asuransi syariah mengatur bahwa dana nasabah yang terkumpul merupakan milik peserta asuransi, perusahaan penyedia jasa asuransi hanya berkewajiban mengelola dana asuransi dengan tidak berhak menguasai baik sebagian atau sepenuhnya dana asuransi tersebut.

Dalam pengelolaan dana asuransi syariah perusahaan bertanggung jawab menginvestasikan atau menyalurkan kedalam instrumen yang halal dan tidak bertentangan dengan hukum dan norma yang berlaku selain itu dana yang dihimpun dilarang digunakan untuk instrumen yang samar atau syubhat.

Baca Juga : Peran dan Manfaat Asuransi, Sudahkah Anda Dapatkan? 

Berbeda dengan asuransi syariah, asuransi konvensional pengelolaan dana berdasarkan mekanisme jual beli, yang artinya dana yang dihimpun melalui pembayaran premi oleh nasabah menjadi hak sepenuhnya perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi bebas mengelola dan memiliki dana tersebut tanpa batasan instrumen.

4. Otoritas Pengawas

Untuk menjaga berbagai kepentingan dan memastikan keberlangsungan pengelolaan dana tidak keluar dari syariat dan ketentuan agama Islam perusahaan asuransi syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang bertanggung jawab secara langsung ke MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Baca Juga : Definisi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan Hal Yang Patut Diketahui

Sampai dengan saat tulisan ini dibuat belum tercatat terdapat lembaga pengawas untuk perusahaan asuransi konvensional, akan tetapi dapat dipastikan perusahaan yang bergerak dalam bidang financial, perbankan dan asuransi harus terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

5. Ketentuan Jika Tidak Ada Klaim

Perbedaan lainnya yang terdapat diantar asuransi syariah dan asuransi konvensional adalah ketentuan jika tidak adanya klaim oleh pemegang polis asuransi.

Dalam asuransi konvensional banyak berlaku ketentuan dana hangus jika pemegang polis tidak melakukan klaim selama waktu periode asuransi atau dana hangus jika pemegang polis tidak mampu membayarkan premi asuransi.

Baca Juga : Investasi Property, Definisi dan Hal Yang Wajib Diketahui 

Hal ini berbeda dengan asuransi syariah jika dalam periode polis tidak terdapat klaim dana yang dibayarkan bisa diambil.

6. Berlakunya Surplus Underwriting

Dalam asuransi syariah berlaku mekanisme surplus underwriting atau sebuah kondisi dimana peserta asuransi mendapatkan keuntungan sama rata dari hasil keuntungan pengelolaan rekening sosial atau tabarru. Hal ini tidak akan ditemui dalam asuransi konvensional.

7. Klaim Asuransi

Pembayaran klaim asuransi syariah diambilkan dari dana tabungan peserta asuransi, mekanisme klaim pembayaran berupa cashless berdasarkan nominal tagihan. Klaim dalam asuransi syariah dapat dilakukan atas nama pemegang polis maupun anggota keluarga.

Baca Juga : Kredit Tanpa Agunan (KTA), Definisi dan Keunggulannya

Sementara dalam asuransi konvensional dana klaim diambilkan dari uang perusahaan dengan mekanisme pembayaraan dapat berupa reimburse, cash plan atau cashless. Dalam proses klaim asuransi konvensional hanya dapat dilakukan oleh pemegang polis.

Baca Juga : Apa Itu Kredit Multiguna (KMG)?

Dalam beberapa tahun kedepan animo masyarakat untuk memiliki produk asuransi baik asuransi syariah maupun asuransi konvensional masih akan sangat tinggi. Pastikan memilih produk asuransi yang cocok bagi anda dan keluarga, cek kembali portofolio perusahaan asuransi dan bandingkan produk asuransi satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Perhitungkan kembali kemampuan anda membayar premi asuransi dan pastikan manfaat yang akan anda dapatkan.

Posting Komentar untuk "7 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional, Mana Yang Lebih Untung?"