Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Ciri-Ciri Investasi Bodong serta Tips Menghindarinya

7 Ciri-Ciri Investasi Bodong serta Tips Menghindarinya
Gambar : Ilustrasi
Sumber : Pixabay

Investasi bodong belakangan ini kembali santer diperbincangkan oleh berbagai kalangan, tidak jarang kasus investasi bodong menyeret sejumlah nama ternama seperti artis atau selebriti bahkan pejabat pemerintah.

Investasi bodong dapat diartikan sebagai sebuah aktivitas investasi melalui lembaga yang secara keabsahannya tidak terdaftar di regulator. Merujuk konteks negara Republik Indonesia, maka regulator yang berwenang adalah Otoritas Jasa Keuangan atau OJK serta Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau BAPPEBTI.

Baca Juga : 6 Aplikasi Berita Saham Gratis di 2022

Terdapat berbagai macam modus dari investasi bodong, antara lain titip dana, equity crowfunding, MLM, security crowfunding hingga skema ponzi scam yang nampak mulai marak digunakan. Untuk mempermudah anda melakukan analisa serta mengidentifikasi jenis investasi bodong, berikut kami rangkum beberapa ciri-cirinya.

1. Tingginya Keuntungan Yang Ditawarkan

Salah satu ciri investasi bodong adalah tingginya keuntungan yang ditawarkan atau menjanjikan keuntungan yang tidak wajar, selain itu biasanya investasi bodong menjanjikan keuntungan yang konsisten atau dengan nilai rate yang normal. Sebagai catatan nilai keuntungan pada investasi pasar modal hanya berada pada kisaran 10% per tahun.

Baca Juga : 12 Rekomendasi Aplikasi Saham Online Terbaik 

2. Aspek Legalitas

Ciri berikutnya yang perlu anda perhatikan adalah aspek legalitas perusahaan invetasi. Calon investor dapat melakukan crosscheck melalui laman resmi OJK atau BAPPEBTI untuk memastikan legalitas perusahaan investasi. Beberapa perusahaan investasi nakal mengakali hal ini dengan cara memasang logo OJK mapun BAPPEBTI pada website perusahaannya, ada baiknnya anda berhati-hati dan memastikan untuk crosschek.

3. Rekam Jejak Perusahaan Dipertanyakan

Selain legalitas fisik salah satu ciri dari investasi bodong adalah rekam jejak perusahaan secara digital tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga : Ajaib V IPOT, Mana Yang Lebih Baik?

Perusahaan tidak memiliki website resmi ataupun akun sosial media yang dapat dipastikan keabsahannya, selain hal tersebut pada beberapa kondisi terdapat beberapa website yang mewajibkan penggunaan vpn untuk aksesnya.

4. Ketidakjelasan Produk Yang Ditawarkan

Perusahaan investasi bodong sering kali hanya terlihat menawarkan jenis produk seperti halnya reksadana, saham, emas, atau forex tanpa mencantumkan dokumen pendukung seperti laporan keuangan, fund fact ataupun dokumen lain yang mendukung keputusan investasi.

Baca Juga : 4 Alasan Harus Berinvestasi Saham

5. Mencatut Nama Tokoh Publik

Investasi bodong dengan mencatut nama tokoh publik sering ditemui pada akun sosial media seperti telegram atau istagram, biasanya investasi bodong yang mencatut nama tokoh publik menggunakan sistem titip modal yang nyaris sama dengan sistem reksadana.

Hanya saja sistem ini biasanya tidak jelas komoditas investasinya seperti forex atau cryptocurrency untuk perputaran uangnya. Sistem ini terindikasi memainkan skema ponzy dimana memutar uang satu nasabah untuk menutup keuntungan nasabah lainnya.

Baca Juga : Apa Itu Saham Gorengan? Simak Penjelasannya

6. Aset dan Manajemen Tidak Jelas

Hal berikutnya yang wajib diperhatikan adalah aset dari perusahaan yang menawarkan investasi bodong. Aset yang dimaksud bukan hanya aset investasi yang ditawarkan melainkan aser fisik seperti kantor maupun sumber daya manusia. Tidak jarang perusahaan yang bergerak pada investasi bodong hanya mengandalkan website dan akun sosial media serta sama sekali tidak memiliki kantor fisik.

Baca Juga : Berminat Investasi Saham Untuk Jangka Panjang? Catat Beberapa Hal Berikut.

7. Transparansi Diragukan

Beberapa investasi bodong kedapatan hanya melampirkan dokumen hasil pengelolaan dana investasi secara berkala pada kurun waktu seminggu sekali atau sebulan sekali kepada investor tanpa memberikan akses investor untuk memantau pergerakan assetnya.

Cara Menghindari Investasi Bodong

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari investasi bodong diantaranya. Tidak mudah percaya terhadap segala bentuk penawaran, utamanya yang menawarkan keuntungan yang tinggi baik oleh tokoh masyarakat, influencer maupun media lainnya, selanjutnya senantiasa croscheck laman resmi OJK atau Otoritas Jasa Keuangan untuk mendapatkan informasi mengenai investasi yang terindikasi bodong.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Asuransi, dan Pentingnya dalam Kehidupan?

Berhati-hati terhadap modus operandi investasi bodong, investasi bodong biasanya memiliki modus operandi seperti money game, hingga skema ponzi. Carilah informasi melalui sumber informasi terpercaya untuk mengetahui latar belakang perusahaan investasi bodong yang meliputi kantor fisik, tokoh pendiri serta instrumen investasi yang digunakan.

Baca Juga: Investasi: Definisi, Jenis, Tujuan, Dan Manfaat, Serta Berbagai Risikonya

Pada beberapa kesempatan perusahaan investasi bodong biasanya dikenalkan oleh orang terdekat kita, baik itu saudara ataupun teman, berhati-hatilah dan tidak gampang terpengaruh berkaitan dengan investasi bodong.

Posting Komentar untuk "7 Ciri-Ciri Investasi Bodong serta Tips Menghindarinya"