Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Kerugian Reksadana Sebagai Instrumen Investasi

Mengenal Kerugian Reksadana Sebagai Instrumen Investasi
Gambar 1. Ilustrasi
Sumber : Pixabay

Instrumen investasi reksadana banyak direkomendasikan untuk investor pemula sebagai salah satu instrumen investasi awal, hal ini dikarenakan reksadana merupakan salah satu instrumen investasi dengan resiko yang relatife rendah jika dibandingkan instrumen investasi lain seperti saham dan obligasi, selain itu untuk memulai berinvestasi di reksadana, investor dapat memulainya dari Rp  10.000,00 atau hampir sama dengan harga semangkuk mie ayam.

Baca Juga : Reksadana, Definisi, Jenis, dan Keunggulannya

Akan tetapi bukan berarti dengan resiko investasi reksadana yang rendah potensi kerugian investor tidak ada, reksadana tetap memiliki potensi kerugian yang dapat dialami oleh investor. Investor wajib dan harus memetakan potensi kerugian sehingga didapatkan potensi resiko seminimalnya.

Reksadana disebut merugi jika nilai reksadana yang anda miliki berkurang atau nilai return atas imbal hasil yang anda peroleh atas investasi reksadana kurang dari jumlah biaya administrasi yang dibebankan pihak aplikasi kepada anda, selain itu investasi reksadana anda dikatakan merugi jika besaran imbal hasil yang anda peroleh kurang dari biaya transfer yang anda tanggung dari bank kustodian ke bank rekening pribadi anda.

Baca Juga : Deposito : Definisi, Jenis, Keuntungan, dan Risikonya

Penyebab Kerugian

Terdapat beberapa faktor yang mengakibatkan investasi anda pada instrumen reksadana merugi, diantaranya kecilnya keuntungan atas investasi yang anda terima jika dibandingkan dengan biaya yang harus anda bayarkan, adanya penarikan aset investasi secara besar-besaran sehingga nilai asset dijual lebih rendah, faktor terakhir adalah adanya gagal bayar pada asset tempat manajer investasi menanamkan uang nasabah.

Tips Menghindari Kerugian

1. Pilih Aplikasi

Luangkan waktu untuk mempelajari aplikasi yang akan anda gunakan berinvestasi reksadana, cari tahu beban biaya yang harus ditanggung ketika menggunakan aplikasi tersebut.

Baca Juga : Obligasi: Definisi, Jenis, Cara Kerja, dan Segala Potensi Resikonya.

Secara umum memang reksadana merupakan instrumen investasi yang rendah resiko namun potensi keuntungan yang diperoleh juga rendah.

Anda akan merasakan kerugian atas investasi reksadana jika keuntungan yang anda peroleh lebih kecil dari biaya administrasi yang harus anda bayarkan.

Sebagai contoh jika anda berinvestasi senilai Rp 2.000.000 pada RDPU, anda hanya akan mendapatkan imbal hasil tahunan senilai 0.5%, atau Rp. 10.000 dalam setahun. Anda akan mengalami kerugian jika harus membayarkan biaya administrasi aplikasi senilai Rp 5.000, ditambah biaya transfer antar bank Rp. 6.500.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Saham dan Cara Kerjanya

2. Gunakan Akun Perbankan Yang Sama

Untuk menekan biaya yang harus anda keluarkan mengingat potensi imbal hasil yang kecil dari investasi reksadana maka pertimbangkan untuk membuka rekening bank kustodian sama dengan bank tempat anda membuka rekening tabungan pribadi, anda dapat memanfaatkan layanan bebas biaya transfer jika dilakukan dalam satu perbankan yang sama.

3. Fund Fact Sheet (FFS)

Fund fact sheet merupakan sebuah dokumen yang harus anda periksa sebelum anda memutuskan memilih reksadana. Fun Fact Sheet (FFS) berisi mengenai riwayat nilai, return atau imbal hasil serta biaya yang harus ditanggung investor.

Baca Juga : Kartu Kredit, Keuntungan dan Kerugiannya

Selain itu Fun Fact Sheet juga memuat informasi mengenai manajer investasi. Informasinyang diberikan berupa alokasi dana nasabah yang akan dikelola oleh manajer investasi tersebut.

4. Diversifikasi Portofolio

Hal berikutnya yang dapat dilalukan untuk menghindari resiko kerugian adalah dengan melakukan diversifikasi portofolio reksadana. Hal ini dapat diartikan jangan mengalokasikan dana investasi pada satu intrumen investasi.

Baca Juga : Fintech: Definisi, dan Jenisnya

Tujuan dilakukan diversifikasi adalah ketika salah satu instrumen mengalami kerugaian, masih ada instrumen lain yang dapat memberikan keuntungan.

Dalam melakukan investasi terdapat istilah high risk high return yang dapat diartikan semakin besar risiko semakin tinggi potensi imbal hasil yang akan anda dapatkan.

Baca Juga : Berminat Investasi Saham Untuk Jangka Panjang? Catat Beberapa Hal Berikut.

Karena tingkat imbal hasil reksa dana relatif rendah, maka tingkat risiko instrumen investasi ini juga rendah. Tapi sekali lagi saya tekankan bukan berarti instrumen investasi inu tidak memiliki resiko.

Posting Komentar untuk "Mengenal Kerugian Reksadana Sebagai Instrumen Investasi"