Investasi: Definisi, Jenis, Tujuan, Dan Manfaat, Serta Berbagai Risikonya
Belakangan ini frasa kata "Investasi" banyak didengar atau bahkan diucapkan oleh beberapa kalangan, kata investasi sendiri sering digaungkan dengan iming-iming pendapatan yang akan membuat hidup menjadi lebih baik.
Investasi sendiri hampir mirip dengan kegiatan menabung atau menyisihkan sebagian pendapatan kita untuk disimpan dan dapat digunkan suatu waktu ketika dibutuhkan, namun investasi bukan hanya menyimpan uang atau komoditas berharga lainnya saja tetapi uang atau komoditas tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang mengalahkan inflasi dikemudian hari.
Investasi dapat dijadikan pilihan untuk mempersiapkan kebutuhan yang akan datang seperti mempersiapkan dana pendidikan, biaya pernikahan, atau bahkan biaya pensiun serta dana darurat.
Definisi Investasi
Investasi merupakan suatu kegiatan penanaman modal bisa berbentuk uang maupun harta lain dengan tujuan mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang. Investasi dapat dibedakan menjadi dua, investasi jangka panjang dalam hal ini seperti pengadaan aktiva, saham, atau surat berharga dengan tujuan mendapatkan keuntungan di waktu yang akan datang, serta investasi jangka pendek bisa berupa deposito, reksadana, dan obligasi.
Dalam lingkup kecil investasi dikaitkan dengan kegiatan membelanjakan sebagian harta kita di berbagai instrumen berharga seperti logam mulia atau perhiasan, saham dan properti. Potensi keuntungan didapat dari selisih harga beli dan jual, atau berasal dari penyewaan properti atau lahan.
Kegiatan investasi sendiri sangat direkomendasikan untuk dilakukan sedini dan sesegera mungkin, dikarenakan kita tidak dapat memastikan sesuatu hal yang akan terjadi di masa depan, terutama hal-hal yang berkaitan dengan kondisi finansial.
Investasi sendiri berbeda jauh dengan judi atau spekulasi, belakangan ini beberapa kegiatan spekulasi atau judi sering terlihat dikemas dengan label investasi disertai iming-iming keuntungan yang berlipat bagi calon investor atau dalam hal ini dapat disebut korban. Bagi investor pemula sangat penting untuk mempelajari tentang jenis investasi agar tidak salah memilih antara investasi dengan spekulasi atau judi, karena sangat beresiko alih-alih investor mendapatkan keuntungan yang diiming-imingkan, malah bisa rugi atau bangkrut.
Jenis Investasi
Terdapat dua jenis investasi, secara umum bergantung dari sudut pandang atau subyek investasinya, kedua jenis investasi tersebut antara lain Investasi Fisik (Physical Investment) serta Investasi Keuangan (financial investment).
Jenis Investasi Fisik (Physical Investment).
Jenis investasi fisik banyak diminati beberapa kalangan yang menginginkan tampilan nyata atas investasinya, investasi fisik juga dapat digunakan untuk menunjukkan strata sosial investornya mengingat investasi fisik merupakan jenis investasi yang dapat dilihat bentuk fisiknya, seperti properti berupa tanah, rumah atau toko, logam mulia yang dapat berupa emas batangan atau perhiasan, atau benda berharga yang dapat dilihat bentuk fisiknya. Beberapa yang termasuk dalam jenis investasi fisik:
1. Investasi Tanah atau Properti.
Tanah atau properti merupakan salah satu instrumen investasi yang telah digunakan sejak dulu oleh sebagian besar orang atau biasa disebut investor. Keuntungan dari investasi tanah atau properti didapat dari selisih harga jual pada saat dibeli di awal waktu investasi, selain melalui selisih harga jual keuntungan investasi dari tanah atau properti juga bisa didapat dari pemanfaatan tanah atau properti tersebut, misalnya tanah atau properti disewakan ke orang lain.
2. Investasi Logam Mulia atau Perhiasan.
Logam mulia atau perhiasan juga merupakan instrumen investasi yang telah lama digunakan oleh investor, keuntungan dari investasi logam mulia atau perhiasan didapat dari selisih harga jual dan beli, hal ini didukung dengan nilai logam mulia atau perhiasan yang cenderung meningkat setiap tahunnya. Logam mulia atau perhiasan menjadi pilihan instrumen investasi mengingat instrumen ini bersifat likuid, lebih mudah dicairkan ketimbang instrumen lain seperti properti yang membutuhkan waktu yang lebih lama.
Beberapa waktu belakangan berinvestasi logam mulia atau perhiasan menjadi lebih mudah dengan hadirnya platform jual beli logam mulia atau perhiasan secara online, tidak jarang beberapa platform tersebut mengeluarkan promo-promo menarik untuk memikat calon customer.
Jenis Investasi Finansial (Financial Investment)
Berbeda dengan investasi fisik, investasi financial tidak terlihat bentuk fisiknya, dan tergolong baru jika dibandingkan dengan investasi fisik, yang termasuk kedalam investasi financial antara lain.
1. Investasi Pendidikan
Belakangan ini beberapa kalangan memahami dan memandang pendidikan menjadi sebuah instrumen investasi yang menguntungkan, bahkan tak jarang mereka mengorbankan instrumen fisik yang telah dikumpulkan untuk dialihkan menjadi instrumen investasi financial dalam hal ini investasi pendidikan. Pendidikan merupakan sebuah alat yang dapat digunakan untuk mendapatkan pengetahuan, pengalaman dan keahlian serta pengakuan yang nantinya dapat digunakan untuk mendapatkan penghasilan sehingga dapat merubah taraf hidup seseorang menjadi lebih baik.
2. Investasi Deposito
Investasi deposito merupakan salah satu instrumen investasi dengan resiko yang paling rendah, selain itu kemudahan berinvestasi di instrumen ini menjadikan landasan instrumen ini diminati banyak investor. Kegiatan deposito sendiri sangat mirip dengan aktifitas menabung di perbankan, yang membedakan merupakan adanya kesepakatan dalam waktu tertentu dengan suku bunga tertentu.
3. Investasi Saham
Belakangan ini investasi saham banyak dilirik berbagai kalangan, selain alasan kemudahan dalam hal informasi alasan lainnya ada investasi saham sangat likuid atau mudah dicairkan, selain itu saham merupakan instrumen investasi yang memberikan peluang keuntungan besar bagi investornya jika dibandingkan investasi lain. Saham sendiri merupakan bukti kepemilikan suatu perusahaan. Keuntungan dari instrumen investasi ini didapat dari selisih harga beli dan jual serta pembagian deviden yang dilakukan setiap tahunnya.
4. Investasi Mata Uang Asing
Investasi mata uang asing adalah salah satu instrumen investasi yang dilakukan dengan tujuan menjaga harta dari pengaruh inflasi. Keuntungan dari instrumen investasi mata uang asing didapat dari selisih nilai tukar mata uang asing terhadap mata uang lokal, instrumen investasi ini terlihat memiliki resiko yang tinggi, mengingat terlalu rentan terhadap isu ekonomi dan politik kedua negara atau beberapa negara sehingga akan sangat mempengaruhi nilai tukar kedua mata uang tersebut.
5. Investasi Reksadana
Reksadana merupakan jenis investasi yang mudah dilakukan belakangan ini seiiring menjamurnya manajer investasi, manajer investasi akan mengelola dana investasi anda untuk diinvestasikan ke produk keuangan lainnya sehingga menghasilkan keuntungan yang bisa dibagikan kepada para pemilik reksadana.
6. Investasi Obligasi
Merupakan salah satu jenis investasi beresiko tinggi, kendati demikian instrumen obligasi memiliki potensi keuntungan yang tinggi pula, obligasi sendiri merupakan surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan atau pemerintah dengan tujuan mendapat tambahan modal untuk mengelola bisnis atau bantuan dana.
Tujuan Investasi
Bagi sebagian orang tujuan berinvenstasi adalah menjadi kaya, pernyataan ini tidak dapat dibenarkan ataupun disalahkan, nyatanya selain menjadi kaya investasi dapat di tujuan untuk hal-
hal berikut diantaranya.
1. Pasife Income.
Tujuan mendapatkan pasife income biasanya dilakukan oleh investor yang memiliki pekerjaan utama atau pengusaha, tujuan menjadikan investasi sebagai pasife income didasari dengan anggapan jika usaha atau pekerja utama mengalami kendala investor masih memiliki pendapatan lain sehingga kondisi ekonomi dapat terjaga.
2. Masa Pensiun
Masa pensiun yang damai dan nyaman merupakan impian para pekerja yang saat ini terikat dengan rutinitas pekerjaan yang padat dan menyita waktu serta pikiran. Oleh sebab itu beberapa orang nampak berusaha mewujudkan masa pensiun yang diinginkan salah satunya dengan melakukan investasi, dengan harapan masa pensiun yang diinginkan dapat terwujud.
3. Menambah dan Mengamankan Harta Kekayaan
Salah satu resiko dalam mengelola harta adalah kehilangan sebagian atau keseluruhan harta yang dimiliki, salah satu cara untuk mengamankan dan menjaga nilai suatu harta adalah dengan menginvestasikan harta, harta yang kita simpan akan beresiko terkena inflasi sehingga nilainya akan berkurang, sedangkan investasi akan menjaga nilai harta dari penyusutan tersebut.
4. Mempersiapkan Biaya Pernikahan.
Dewasa ini kebutuhan untuk gaya hidup relatif meningkat, salah satu gaya hidup yang menjadi trend adalah pernikahan mewah yang tentunya memakan biaya yang tidak sedikit, selain menabung berinvestasi juga dapat digunakan untuk menyiapkan biaya pernikahan sehingga kemandirian financial calon mempelai dapat terjaga.
5. Mempersiapkan Dana Pendidikan
Pendidikan sendiri merupakan salah satu instrumen investasi financial dimana nilai biaya pendidikan setiap tahun selalu mengalami peningkatan yang tidak sedikit. Untuk menyiapkan biaya pendidikan tersebut tidak ada salahnya dilakukan dengan berinvestasi, sehingga manfaat dikemudian hari dapat dinikmati dan pendidikan uang layak dan terjamin dapat diperoleh.
Manfaat Investasi
Melakukan kegiatan investasi tentunya akan menghadirkan banyak manfaat yang dapat anda nikmati dalam waktu dekat maupun panjang, beberapa manfaat investasi, investasi dapat memberikan manfaat untuk menambah dan mengamankan harta dari inflasi, mengingat hampir semua instrumen investasi akan mengalami kenaikan harga setiap waktu. Investasi dapat memberikan manfaat untuk menghindari hutang piutang. serta investasi dapat memberikan manfaat untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.
Risiko Investasi
Setiap aktifitas bisnis atau kegiatan usaha yang dilakukan tentunya akan memiliki resiko, tidak terkecuali dalam investasi, beberapa resiko yang sangat mungkin dialami dalam aktifitas investasi antar lain.
1. Risiko Suku Bunga.
Risiko suku bunga adalah sebuah risiko penurunan nilai instrumen hutang berbunga, biasanya terjadi pada obligasi dan saham.
2. Risiko Bisnis
Risiko bisnis dapat terjadi hampir disemua jenis investasi, misalnya terjadi kebangkrutan pada perusahaan tertentu, atau menurunnya penyewa ruko tempat kita berinvestasi.
3. Risiko Inflasi
Terjadi sebagai akibat menurunnya nilai tukar mata uang.
4. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah kesulitan dalam mencairkan investasi, risiko ini erat dengan investasi properti, nilai asset yang tinggi juga mempengaruhi peluang terjadinya resiko ini.
Untuk bisa sukses dalam berinvestasi serta meraih tujuan dan manfaat investasi, disarankan untuk mempelajari apa saja jenis dan instrumen investasi beserta segala risiko yang mungkin akan terjadi. Karena setiap instrumen investasi tentunya memiliki banyak potensi atau peluang keuntungan dan kerugiannya masing-masing.

Posting Komentar untuk "Investasi: Definisi, Jenis, Tujuan, Dan Manfaat, Serta Berbagai Risikonya"