Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Semaun dan Komunisme



BicaraCerita-Prawiroatmojo hanya seorang pegawai rendahan di Djawatan Kereta Api kala itu, posisinya hanya seorang tukang batu. Tetapi siapa sangka ia akan memiliki seorang anak yang hingga saat ini ketika orang menyebut namanya akan selalu teringat.

Semaun Kecil.

Semaun kecil dilahirkan di Curahmalang, Sumobito, Jombang, Jawa Timur pada 1899. Kecerdasan dan keberuntungan Semaun telah nampak ketika ia kecil, dengan kondisi perekonomian keluarga rasanya tidak mungkin Semaun akan mendapat pendidikan yang layak, akan tetapi tidak dengannya.
Semaun beruntung, ia dapat mengenyam pendidikan di sebuah sekolah bernama Tweede Klas, bahkan ia juga mendapat kesempatan belajar bahasa Belanda dengan cara kursus di sebuah sekolah bernama HIS (Holland Inlandsche School), sebuah sekolah dasar untuk seorang anak priyayi.
Strata sosialnya tidak memberikan kesempatan ia untuk mendapatkan pendidikan lanjutan, hingga akhirnya Semaun remaja bekerja sebagai juru tulis di Staatsspoor Surabaya.

Semaun Remaja.

Semaun remaja yang bekerja di Staatspoor Surabaya mulai mengenal dunia politik, hingga akhirnya di Surabaya pula ia bergabung dengan Sarekat Islam dan mengantarkannya menduduki jabatan sekretaris regional Sarekat Islam di usia yang relatif muda.

Menjadi sosok oratar ulung dengan kemapuan komunikasi dan public speaking serta mempelajari politik bersama Sarekat Islam serta kemampuan penguasaan bahasa Belanda yang baik, mengantarkan Semaun bertemu dengan pendiri  Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV), Sneevliet. 

ISDV sendiri merupakan organisasi yang bergerak dibidang sosial kala itu. Kedekatanya dengan Sneevliet membuat ia memutuskan berhenti sebagai karyawan Staatsspoor dan memilih menjadi seorang orator dan propaganda ulung. Berkat Sneevliet pula Semaun menjadi redaktur disebuah majalah di lokal di Semarang. Kemampuan jurnalistik yang baik, penguasaan bahasa yang diatas rata-rata, serta kedekatan dengan tokoh-tokoh penting membuat seorang Semaun disegani dibidang jurnalistik.

Langkah Politik.

Kedekatannya dengan Sneevliet mempertegas langkah politik Semaun, Semaun memiliki visi dan misi serta prinsip yang nyaris sama seperti Sneevliet, Semaun menjadi eksekutor cita-cita besar Sneevliet yakni memperbesar dan memperkuat ideologi serta prinsip komunisme di wilayah Hindia Belanda.

Langkah awal politik Semau  dilakukan dengan mendirikan Partai Komunis Hindia di 23 Mei 1920 yang kemudian berubah nama menjadi Partai Komunis Indonesia tujuh bulan kemudian. Ia pula yang kelak akan memimpin partai tersebut.

Hukuman dan Pengasingan.

Ketika remaja Semaun telah dipenjara selama 4 bulan di 1919 karena tulisannya yang dianggap terlalu berani menyudutkan pemerintahan hlHindia Belanda kala itu. Pada tahun 1923 Semaun dinilai terlihat atas aksi pemogokan buruh kereta api, hal ini membuat Semaun ditahan dan kemudian diasingkan ke Belanda.

Semaun dan Pemerintah Indonesia

Berkat bantuan Soekarno pada 1957 Semaun pulang ke Indonesia, setelah sang presiden meminta secara pribadi kepada Marsekal Barsilov, pemimpin tertinggi Partai Komunis Uni Soviet kala itu.
Banyak pihak menduga Sukarno menjamin kepulangan Semaun ke Indonesia dengan tidak dibarengi bocornya informasi strategis yang berpotensi membahayakan keamanan Soviet, mengingat Semaun pernah menjabat posisi penting di Turkmenistan.

Pada 1959, berkat Sukarno pula Semaun mendapatkan jabatan penting, yakni sebagai Wakil ketua Bapekan (Badan Pengawas Kegiatan Aparatur Negara) yang kala itu diketuai Sultan Hamengkubuwono IX. Semuan mengabdikan diri menjadi pengajar mata kuliah ekonomi di Universitas Padjajaran hingga akhirnya pada 1961 beliau dianugrahi gelar Doktor Honoris Causa (HC) dalam ilmu ekonomi.

Wafat dan Peristirahatan Terakhir.

Semaun menghembuskan nafas terakhir pada 7 April 1971, dan dimakamkan di pemakaman keluarga R.A. Prawira Atmaja, Beji, Pasuruan.

Posting Komentar untuk "Semaun dan Komunisme"