Indomart VS Alfamart, Rivalitas Pionir Retail Tanah Air
BicaraCerita-Rasanya hampir tidak ada jalanan di Indonesia utamanya pulau Jawa yang tidak ada dua retail modern ini, kedua pionir retail modern ini hampir ada disemua titik, dari perumahan, ruko komersil, Bandar Udara, Stasiun, hingga rest area tol. Warnanya juga mencolok, sorot lampu terang, serta neon box yang gagah membuatnya terlihat dengan mudah dari jauh. Indomart dan Alfamart bak saudara kembar, berdiri bersebalahan atau berhadapan seakan saling tebar jala ke konsumen.
Awal Berdiri dan Jumlah Gerai.
Indomaret dibawah naungan PT. Indomarco Prismatama hingga 2021 mencatatkan jumlah gerai sebanyak 18.939 gerai, pertumbuhan jumlah gerai yang luar biasa jika dibandingkan dari tahun 2015 yang hanya 11.400 gerai. Gerai-gerai Indomaret tersebar diberbagai kota besar di Sumatera, Batam, Jawa, Kalimantan, Madura, Bali, NTB, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.
Indomaret sendiri berdiri pada 20 Juni 1988, dengan gerai pertamanya di Ancol, Jakarta Utara, Anthoni Salim Konglomerat kaya merupakan tokoh pendirinya, kekayaan Anthoni Salim di 2021 tercatat senilai US$ 8,5 miliar atau setara Rp 126,30 triliun, menghantarkannya sebagai orang terkaya ketiga di 2021.
Berbeda dengan Indomart, Alfamart memiliki cerita lika liku kepemilikan yang panjang, sebelum akhirnya benar-benar dimiliki sepenuhnya oleh Djoko Susanto sang pendiri. Pada 2020 tercatat Alfamart memiliki 15.400 gerai yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, NTB, Sulawesi dan Kalimantan.
PT Sumber Alfaria Trijaya selaku pemegang merk Alfamart awalnya didirikan di tahun 1989, hasil patungan perusahaan rokok HM Sampoerna dengan Djoko Susanto, dengan lini bisnis utama ditribusi rokok Sampoerna.
Baru pada 1 Agustus 2002 Alfa Minimart menjadi anak usaha langsung PT Sumber Alfaria Trijaya, yang telah memiliki 141 gerai, pada tanggal ini pula PT Sumber Alfaria Trijaya mengganti usaha utamanya yang sebelumnya distribusi roko Sampoerna menjadi perdagangan dan distribusi berbagai macam produk kebutuhan masyarakat. Pada 1 Januari 2003 toko-toko Alfa Minimart berubah menjadi Alfamart dan terus bertumbuh hingga saat ini. Djoko Susanto sendiri masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia hingga akhir 2021. Majalah kenamaan Forbes mencatat harta kekayaannya mencapai US$ 1,45 miliar atau setara Rp 20,52 triliun, dan menempatkanya menjadi orang terkaya di Indonesia.
Diferensiasi Produk dan Layanan
Hampir semua produk yang ditawarkan kedua raksaksa retail ini sama atau bahkan mirip, jika Indomart punya Klik Indomart, maka Alfamart menghadirkan Alfagiftnya sebagai pilihan opsi, jika Indomart hadir dengan Indomart Point, maka Alfamart hadir dengan Bean Spot sebagai pilihan produk kopi kekinian, selain itu pelayanan basic seperti pembayaran tagihan, pembelian pulsa, tarik tunai, dll telah lama ada di keduanya.
Rasanya rivalitas keduanya akan tetap ada dan abadi mengingat ketika badai covid 19 mengacaukan banyak perusahaan lain, Alfamart dan Indomart tetap kokoh dan menghantarkan para pemiliknya menjadi bertambah kekayaannya.
Salah satu yang belum dapat di lampui Indomart atas Alfamart adalah, Alfamart telah go International di Filipina, mungkinkah strategi ini akan segera di tiru Indomart, menarik untuk ditunggu.


Posting Komentar untuk "Indomart VS Alfamart, Rivalitas Pionir Retail Tanah Air"